Pages

Jan 11, 2012

Diagnosa Penyakit Udang Windu dengan Logika Fuzzy

(Resume Jurnal)

Sumber:
Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Udang Windu (Penaeus Monodon) Menggunakan Logika Fuzzy
oleh Darmawan Setyabudi
(Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, Vol 14 No. 1, Mei 2010 : 10 - 15)




Seperti yang kita ketahui, Penaeus monodon adalah udang yang paling potensial untuk dikembangkan. Namun ternyata budidaya udang windu banyak menyimpan permasalahan yang diakibatkan oleh penyakit yang menyerang. Oleh karena itu penyakit pada udang  windu harus bisa dideteksi sedini mungkin agar tidak menjadi wabah yang menyerang semua udang ditambak. 
Penyakit pada udang windu dapat dideteksi dengan cepat dari gejala klinis yang tampak pada fisik udang windu. Sistem dengan logika fuzzy ini diharapkan dapat membantu para petambak udang windu dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendeteksi suatu penyakit udang windu pada tahap pembesaran sedini mungkin. Dalam implementasinya sistem ini menggunakan teknik pelacakan ke depan (forward chaining), teknik pelacakan ke belakang (backward chaining) dan logika fuzzy, dalam melakukan penarikan kesimpulan. Logika fuzzy digunakan untuk mendeteksi tingkat keparahan penyakit udang windu karena dinilai sangat tepat untuk mengadopsi kemampuan pakar dalam hal ini ke dalam sistem pakar yang dibangun.

Dalam sistem diagnosa ini, dibutuhkan input meliputi identitas udang, kondisi air tambak dan  gejala-gejala klinis  yang terjadi pada udang. Input berfungsi untuk menentukan tingkat pertumbuhan udang tersebut. Sedangkan output yang dihasilkan nantinya berupa status identitas udang, status keadaan air tambak, jenis penyakit dan tingkat keparahan penyakit yang menyerang udang tersebut juga rekomendasi untuk menangani semua keadaan yang telah terdeteksi oleh sistem. 

Tahap pertama adalah pengidentifikasian identitas udang dan lingkungan tempat hidup. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan klinis udang secara general (umum) untuk mendapatkan data anatomi tubuh udang. Setelah diketahui keadaan udang tersebut terserang penyakit, dilakukan pemeriksaan secara detil untuk menentukan tingkat keparahan penyakit yang menyerang udang. Dalam implementasinya sistem ini menggunakan teknik pelacakan ke depan (forward chaining) untuk menganalisis status identitas udang, kondisi air tambak dan penentuan ciri khusus penyakit, teknik pelacakan ke belakang (backward chaining) untuk menentukan jenis penyakit dan logika fuzzy untuk menentukan tingkat keparahan penyakit. 
Alur Program Sistem Diagnosa Penyakit Udang Windu



Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Udang Windu (Penaeus monodon) menggunakan logika fuzzy ini dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Visual Basic versi 6.0, Matlab versi 6.5, Microsoft Office Access 2003 dan  Microsoft Office Power Point 2003.
  • Microsoft Visual Basic versi 6.0 digunakan untuk pembuatan model inferensi tentang status dan kondisi udang serta keadaan lingkungan.
  • Microsoft Office Access 2003 digunakan sebagai tempat penyimpanan aturan untuk pencarian jenis penyakit dengan dengan mengeksekusi goal jenis penyakit. Goal jenis penyakit didapatkan dari ciri khusus penyakit.
  • Matlab versi 6.5 digunakan dalam pembangunan sistem untuk identifikasi tingkat keparahan penyakit dengan menggunakan logika  fuzzy dan kaidah modus ponens. Metode  fuzzy yang digunakan dalam proses inferensi adalah metode Mamdani. Sedangkan  penarikan kesimpulan menggunakan  metode  Centroid.
Sebagai contoh, saat tahap pemeriksaan awal sistem akan meminta data mengenai identitas dan lingkungan udang windu, dilanjutkan dengan input perilaku udang. Kemudian sistem meminta input  pemeriksaan general. Dari tahap ini jika memang dibutuhkan maka sistem akan meminta pemeriksaan detail pada udang yang diidentifikasi. Pada teknik pelacakan ke belakang (backward chainning) sistem akan memulai pelacakan dari goalnya. Goal dianggap terbukti kebenarannya jika premis-premis yang menyusunnya terbukti ada pada input data. Jika premis yang menyusun suatu goal ternyata ada pada  input data maka aturan untuk suatu udang yang terserang penyakit tersebut terbukti kebenarannya.

Ada 4 macam variabel  input yang digunakan untuk menentukan tingkat keparahan penyakit yang menyerang udang, tetapi tidak semua jenis penyakit memiliki keempat variabel tersebut tergantung jenis penyakit yang menyerang. Keempat variabel tersebut adalah tingkat kerusakan (range nilai 0-100), tingkat keparahan luka (range nilai 0-100), tingkat bengkak (range nilai 0-100), dan beberapa perubahan warna organ (range nilai 0-10). Ouput  dari semua sistem ini adalah identitas udang, keadaan lingkungan air, dan output terakhir berupa jenis penyakit dan tingkat keparahan penyakit yang menyerang serta saran penanganan dalam menangani udang dengan penyakit dan tingkat penyakit yang telah teridentifikasi oleh sistem.

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Udang Windu (Penaeus monodon) menggunakan logika fuzzy  dapat membantu pengguna mengidentifikasi jenis penyakit dan tingkat keparahan penyakit pada udang windu secara langsung dengan cepat. Dari ujicoba yang dilakukan di dapat hasil akurasi 95% untuk penentuan jenis penyakit yang menyerang. Logika fuzzy yang digunakan dalam mengambilan keputusan tingkat keparahan penyakit menunjukkan nilai akurasi yang tinggi sekitar 85% sehingga mendekati cara pengambilan keputusan seorang pakar. Namun demikian, dalam penggunaan sistem ini masih memerlukan pakar ahli penyakit udang.




Download jurnal klik disini







No comments:

Post a Comment