Pages

Dec 15, 2011

Resume : Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk Penetapan Potensi Lahan Budidaya Perikanan di Kabupaten Sumedang

Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mempunyai luasan wilayah 152.220 hektar dimana 22,07%-nya merupakan areal persawahan yang digunakan penduduk yang mayoritas mata pencahariaannya sebagai petani. Sisa luasan wilayah sebesar 77,93% memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lahan perikanan, terutama budidaya. Potensi perikanan di Kabupaten Sumedang dapat diketahui salah satnya melalui aplikasi SIG (Sistem Informasi Geografis). SIG merupakan sistem yang dapat membantu dalam mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data dalam bentuk data spasial (keruangan) dan data atribut (deskriptif) yang dapat membatu mempercepat perencanaan dan penataan pengelolaan suatu kawasan lahan peruntukan. Aplikasi SIG dapat membantu dalam informasi penentuan lokasi yang potensial sebagai lahan budidaya perikanan di Kabupaten Sumedang.

Metode dalam aplikasi SIG menggunakan metode survei dimana peneliti menggunakan alat bantu perancangan SIG berupa software ArcGIS 9. Tahapan yang dilakukan dalam perancangan SIG antara lain:
1. Pengumpulan data
   Meliputi data sekunder dari sumber-sumber dinas setempat yang berkaitan dan data spasial sekunder yaitu peta tata guna lahan Kabupaten Sumedang
2. Pemasukan data grafis
   Digitasi dan updating data geografis serta menyusun data menurut topologi
3. Pemasukan data atribut 
  Meliputi parameter-parameter yang mempengaruhi kesesuaian lahan budidaya perikanan
4. Analisis data
   Dilakukan dengan metode deskriptif dan komparatif dengan mencari lahan di tiap kecamatan yang berpotensi sebagai tempat budidaya perikanan dengan kriteria-kriteria tertentu seperti jenis tanah dan kualitas air.

Indikator utama sebagai kriteria penetapan lahan yang berpotensi sebagai tempat budidaya adalah sumber air dan ketersediaan lahan. Sumber air (mata air dan sungai) merupakan hal penting dalam kegiatan budidaya karena diharapkan dapat mengatasi kekurangan sumber air saat musim kemarau. Sedangkan ketersediaan lahan (area persawahan dan tegalan) dapat dikembangkan sebagai tempat budidaya dengan konsep mina padi atau dengan sistem kolam.

Hasil dari SIG diketahui bahwa sumber air terdapat di daerah sumedang bagian utara dan sumedang bagian timur, sedangkan ketersediaan lahan terdapat di hampir semua wilayah Kabupaten sumedang. Penetapan lokasi yang berpotensi sebagai tempat budidaya berdasarkan 3 kriteria, antara lain:
a. Sangat berpotensi
   Jika wilayah tersebut terdapat sumber air dan ketersediaan lahan
b. Berpotensi
  Jika mempunyai salah satu indikator yaitu terdapat sumber air atau ketersediaan lahan
c. Kurang berpotensi
  Jika tidak terdapat sumber air maupun ketersediaan lahan, atau terdapat sumber air namun sudah tercemar

Hasil analisis data didapatkan wilayah-wilayah yang berpotensi sebagai tempat budidaya, yaitu:
a. Sangat berpotensi
   Meliputi sumedang bagian utara, tengah, dan timur, antara lain Kecamatan Cimalaka, Kecamatan Tomo, dan Kecamatan Damaraja.
b. Berpotensi
  Meliputi sumedang bagain utara hingga ke selatan, salah satunya Kecamatan Sumedang Selatan. Pada wilayah tersebut mempunyai ketersediaan lahan yang cukup namun sumber air kurang memadahi.
c. Kurang berpotensi
  Sebagian besar berada di wilayah Kabupaten sumedang bagian barat. Daerah ini tidak memiliki aliran sungai besar dan ketersediaan lahannya kecil. Selain itu pada wilayah tersebut berdekatan dengan wilayah industri yang dialalui sungai-sungai yang kurang memenuhi persyaratan baku mutu.

Sumber Artikel => Baca atau Download
»»  Baca Lanjutannya...